Kembali ke Shire


Salah satu series film favoritku sepanjang masa adalah Lord of The Ring dan The Hobbit. Dua-duanya berlatar sama dan saling berhubungan. Aku lumayan obsess dengan univers LoTR ini. Aku suka padang rumput, aku suka hutan, aku suka sungai, aku suka kuda, aku suka travelling

 LoTR seperti yang kita semua tau, bercerita tentang petualangan Frodo dan kawan-kawan untuk menghancurkan cincin ke Mordor. Perjalanannya sangat panjang. Mulai dari Shire tempat tinggal mereka, jalan ke Bree (ketemu Aragorn), Rivendell (rapat/ kumpul tim pertama kali), Mines of Moria (Gandalf jatuh ke jurang (?)), Hutan Lorien (ketemu Galadriel), Naik perahu lewat patung 2 yang mirip patung Hashirama - Madara itu (Boromir terbunuh), lalu tim menyebar: Merry dan Pippin jalan--jalan sampai ketemu pohon yang "hidup", tim Aragorn ke tempat para penunggang kuda (ada mbak Eowyn dan Faramir), lalu melawan Saruman, lalu melawan Sauron, ada pasukan hantu, Gollum, Frodo dan Sam ke Mountain Doom buat menghancurkan cincin! Sangat epik sekali bukan?!

 LoTR adalah kisah yang hebat. Tapi aku menemukan ada 1 part yang meninggalkan luka buatku begitu tamat membaca novelnya: kisah setelah mereka kembali ke Shire.

Setelah cincin berhasil dihancurkan, Frodo dan yang lain kembali ke Shire. Kembali ke desa mereka, kembali ke rumah nyaman mereka. Mereka berempat sudah menyelesaikan petualangan panjang di seberang gunung: mereka menyelamatkan dunia, mereka ikut perang, mereka lihat teman mereka terbunuh, mereka literally hampir mati themselves. Tapi Shire adalah Shire. Tempat yang damai, tempat yang tenang, tempat yang tidak terusik. Bagi penduduk Shire, Frodo dan yang lain simply menghilang "saja" selama beberapa minggu. Tidak ada bedanya Frodo ada di Shire atau pergi. Shire tetap damai seperti biasanya.

Lalu aku merasa seperti jadi Frodo setelah kembali ke Jogja hari senin kemarin. Dari hari sabtu aku ke Surabaya. Aku berpetualang. Aku melihat banyak hal, aku melihat banyak orang. Aku mengunjungi tempat-tempat yang baru pertama kali aku lihat. Aku memakan makanan yang baru pertama kali aku makan. Aku datang ke acara yang baru pertama kali aku hadiri. Aku melihat tim YN secara langsung pertama kali! Aku merasakan banyak hal di hatiku: senang, sedih, lelah, semuanya packed dalam 2 hari. Dalam 2 hari aku seperti karakter LoTR: berpetualang! 

Di hari senin aku kembali ke studio. Tempat yang damai, tempat yang tidak terusik. Mungkin bagi orang studio, hari sabtu dan minggu itu ya biasa saja. Tidak ada bedanya aku masuk atau tidak. Aku simply menghilang "saja" selama sehari (sabtu). Studio tetap damai seperti biasa. Hari senin aku kembali bekerja seperti biasa, teman-teman juga masuk seperti biasa. Damai seperti Shire.

Begitulah, aku kembali setelah berpetualang dari Surabaya. Rasanya unik(?) sama persis seperti saat membaca Frodo yang akhirnya kembali ke rumah bawah tanahnya di Shire. 

Comments

Popular Posts