Pendapatku tentang "The Boy and The Heron" (spoiler)
Movie terbaru studio ghibli akhirnya tayang di indo setelah jadwalnya sempat mundur semingguan. Aku pergi nonton tanggal 17 bulan ini. Sebelum nonton jujur aku gak punya ekspetasi apapun. Dalam bayanganku, studio ghibli ya studio ghibli. Gak ada nonton trailer apalagi nyari (atau nemu) spoiler sebelum nonton. Jadi posisiku "kosong", yang aku tau hanya posternya saja.
Bicara tentang film animasi secara keseluruhan, posisi aku sampai sekarang masih belum bisa nonton anime. Sebagai full time animator, aku lumayan tersiksa nonton anime. Anime industri itu workflownya sama persis seperti yang aku kerjain di studio jadi kalau nonton anime tuh bawaan kayak lagi lihat kerjaan. Nonton bukannya hepi aku malah jadi stress. Tapi ketika diajak pergi nonton the boy and the heron aku tetap oke buat datang karena dia animasi studio ghibli. Aku percaya studio ghibli karena mereka sangat serius ngerjain animasinya (no offense buat anime industri, tapi kalau anda animator pasti paham maksudku). Dan yah ternyata benar animasinya sangat bagus! Sangat fluid. Semuanya gerak. Semua figuran gerak. Semua karakter yang punya nyawa mau seabsurd apapun bertuknya, semua dibikin gerak. Aku suka. Visualnya juga bagus, background dan musiknya sangat calm. Ijo pohon, coklat tanah, biru langit dan biru air, rasanya bikin damai.
BUT jiwa sebuah film tetap ada pada ceritanya. Aku bisa bilang aku lumayan nagkep alur ceritanya: mahito yang sedih ibunya meninggal, trus ayahnya nikah sama adik ibunya, lalu mahito yang belum bisa menerima ibu barunya itu, inner struggling. Di sisi lain ibu tirunya juga ada rasa segan /? karena mahito belum menerima dia jadi ibunya, tapi akhirnya mereka berdua bisa bisa saling menerima dan bisa baikan. Bagus ceritanya. Pesannya juga bagus. Si mahito sama natsuko juga character developmentnya bagus.
Aku gak ada masalah sama ceritanya ini cuman yang jadi kebingunganku adalah, aku gak paham simbol-simbol yang dipakai di film ini. Sama logika dunia fantasinya gak bisa dinalar. Akhirnya film ini jadi sangat surreal. Rasanya kayak visualisasi mimpi/ nonton mimpi seseorang yang absurd banget. Tiba-tiba burungnya ngomong, tiba-tiba ada portal, tiba-tiba nyampe laut, tiba-tiba mancing ikan, tiba-tiba ada gerbang, tiba-tiba masuk dunia putih, ada meteor, kelilit kertas, ada batu yang glowing... di tengah-tengah film aku udah kayak, gak peduli lagi ini mau dibawa kemana. Porsi jalan-jalan ke dunia fantasinya panjang banget. Karena aku gak paham simbolisnya makanya jadi..ngantuk banget di tengah (sorry). Aku masih berharap paling gak dunia fantasinya bisa dilogika, ternyata enggak juga. Jadinya ya begitulah.
Lalu karena gak fair kalau nulis review based on my own limited experience, sehabis nonton aku ada liatin explanation orang-orang di yutub. Dan kata mereka film the boy and the heron ini adalah tentang si hayao miyazaki, cerita tentang hidupnya. Dibikin dengan format cerita fantasi biar seru. Beliau ada memasukkan banyak refrensi buku, lukisan/?, dan ajaran agama di film ini. Jadi wajar kalau filmnya jadi sangat simbolis, dan aku gak paham karena memang buku-bukunya pun bukan buku yang populer di sini. Setelah nonton itu semuanya jadi make sense. Filmnya personal, jadi menurutku yang bisa benar-benar paham hanya hayao miyazaki sendiri, dan mungkin orang-orang yang mengenal beliau secara langsung.
Rating dari aku: 7/10!



Comments
Post a Comment