Al-Aqsa Class Series ep 01: "Why Should Baitul Maqdis"

 4 Januari 2026

00 - Introduction

Sejak tanggal 7 Oktober 2024, bumi Gaza mengalami genosida oleh tentara Israel. Jumlah korban jiwa tercatat lebih dari 60 ribu orang. Ratusan ribu lainnya tinggal di tenda pengungsian. Bencana kemanusaan di Palestina ini bukan kali pertama terjadi. Kenyataannya, genosida telah berlangsung sejak 1946. Bertubi-tubi korban jiwa dan wilayah negara terus-menerus hilang. Dimana muslim? Dimana umat Nabi Muhammad?

Dimana 2 milyar muslim seluruh dunia? Dimana umat yang diminta menjadi Rahmatan lil-'Alamin? Dimana umat yang katanya terbaik itu? Bukankah muslim itu seperti 1 tubuh, ketika ada yang terluka maka bagian lain juga merasakan sakit? Kenapa sampai sekarang Baitul Maqdis masih terjajah?


01 - Kenapa Harus Terus Membela Baitul Maqdis?

Secara singkat, alasan dasar manusia peduli dengan Baitul Maqdis dapat dibagi menjadi 3 bagian: Alasan politik, kemanusiaan, dan agama.

1.  Politik

Membela Baitul Maqdis karena faktor politik, tahap ini tentu sangat penting tetapi politik selalu sarat akan kepentingan. Tidak semua pemimpin negara peduli dengan Baitul Maqdis. Apalagi politik dunia saat ini dikuasi oleh Barat/ Israel-US sehingga mewujudkan perdamaian lewat jalur politik rasanya hampir mustahil.

Beberapa upaya politik yang telah dilaksanakan hingga saat ini diantaranya: Dukungan terhadap pengakuan Negara Palestina, Advokasi di PBB, Penolakan terhadap normalisasi hubungan dengan Israel, Dukungan terhadap hak kembali (Right of Return) pengungsi Palestina. 

Beberapa negara telah mengakui Negara Palestina tapi apakah Baitul Maqdis sudah damai?

Belum.

Beberapa negara berupaya melakukan advokasi lewat PBB tapi apakah ada hasilnya?

Tidak, semua usulan untuk Negara Palestina selalu diveto oleh US. Segala rapat dan persiapan tidak ada artinya.

Penolakan terhadap normalisasi hubungan dengan Israel, apakah dilakukan?

Tidak. 

Dukungan terhadap hak kembali (Right of Return) pengungsi Palestina selalu dihalang-halangi oleh Israel. Sulit sekali.

2. Kemanusiaan

Peduli terhadap Baitul Maqdis karena ingin menolong sesama manusia itu bagus, itu mulia, itu menandakan kita masih manusia. Tapi kembali lagi, bergerak berdasarkan emosi semata itu akan sangat sulit dan berat. Apalagi bergerak secara individu/ kelompok kecil, mudah sekali untuk "disingkirkan". Beberapa contohnya adalah Global Sumut Flotilla, Global March, dan donasi. Semua mendapat benturan dari Israel. Sebagian besar donasi tidak tersalurkan, orang-orang yang berniat membantu mendapatkan intimidasi. Peduli terhadap Baitul Maqdis karena faktor kemanusiaan itu bagus, tetapi tidak cukup.

3. Agama

Membela Baitul Maqdis dari segi agama (Islam) adalah satu-satunya metode yang clear dan konsisten sejak masa Nabi Muhammad SAW. Pembebasan Baitul Maqdis juga sudah teruji dan berhasil dalam sejarahnya seperti pembebasan oleh Umar bin Khattab dan Salahuddin Al-Ayyubi. Alasan-alasan umat Islam untuk peduli dengan Baitul Maqdis adalah:

a. Baitul Maqdis adalah kiblat pertama umat Islam.

b. Sepertiga isi Al-Qur'an membahas tentang Baitul Maqdis.

c. Tempat Rasulullah Isra' Mi'raj.

d. Delapan belas dari 25 Nabi dan Rasul yang kita kenal berdakwah di Baitul Maqdis.

e. Barometer keimanan umat Islam seluruh dunia.

f. Tempat berkumpulnya seluruh manusia di hari kiamat. 

Baitul Maqdis adalah bagian dari aqidah/ keyakinan umat Islam. Baitul Maqdis adalah kiblat pertama, artinya Baitul Maqdis adalah tanah pilihan Allah. Allah juga menyuruh kita untuk menolong orang yang didzolimi (An Nisa: 75), memerintahkan untuk menjaga tempat ibadah suci (Al Hajj: 40), dan kewajiban untuk menegakkan keadilan (Al Maidah: 8). Kemuliaan dan keberkahan Al Aqsa juga tertulis di Q.S Al Isra ayat 1. Meyakini Allah, meyakini qada dan qadar, dan meyakini Al-Qur'an adalah aqidah.

Peristiwa Isra' Mi'raj juga berlokasi di Baitul Maqdis: tempat Nabi Muhammad SAW diberangkatkan ke langit bersama malaikat Jibril, juga menjadi tempat Nabi Muhammad SAW memimpin salat 124 ribu nabi. Disebutkan pula bahwa di hari kiamat, seluruh manusia akan dikumpulkan di Baitul Maqdis. Meyakini peristiwa Isra' Mi'raj, malaikat, nabi-nabi utusan Allah, dan hari akhir adalah aqidah.

Sejak peristiwa Isra' Mi'raj, tak henti-henti Rasulullah menyemangati umatnya untuk memperhatikan Baitul Maqdis. Beliau menyusun rencana, mengirim surat, dan mengirim pasukan-pasukan. Meskipun hingga Rasulullah wafat Baitul Maqdis belum merdeka, tetapi semangat dan strategi pembebasan beliau diteruskan oleh khalifah Abu Bakar hingga akhirnya Baitul Maqdis bisa terbebas di masa Umar bin Khattab.

Jadi, kenapa harus terus membela Baitul Maqdis? Karena membela Baitul Maqdis adalah perintah Allah dan amanah dari Rasulullah.

 

02 -  Cara untuk Terikat dengan Baitul Maqdis

Beberapa cara yang bisa diupayakan untuk terikat dengan Baitul Maqdis adalah:

1. Membaca Surat Al Isra setiap malam, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW (tidak bisa tidur jika belum membaca Al Isra).

2.  Menyebarkan optimisme Baitul Maqdis pasti terbebas

3. Membumikan istilah Baitul Maqdis

 

03 - Apa Akar Permasalahan yang Membuat Baitul Maqdis Sulit untuk Terbebas? 

Setiap kerusakan ada penyebabnya. Setiap penyakit ada penyebabnya. Lalu masalah Baitul Maqdis ini penyebabnya apa? Padahal bagi umat Islam, Baitul Maqdis adalah bagian dari Aqidah/ keyakinan. Maka sudah jelas bahwa umat Islam memiliki kewajiban untuk membela Baitul Maqdis. Tetapi jika dilihat sekarang, umat Islam yang konon jumlahnya 2 milyar orang itu, belum bisa membebaskan Baitul Maqdis. Berarti jumlah yang masif bukan jaminan, lalu apa masalah utamanya? Kenapa umat Islam tidak mampu (atau tidak mau) untuk bergerak?

Menurut Prof. Dr. Abd Fattah El-Awaisi, penyakit umat dapat dikategorikan menjadi 3 bagian yaitu Malapetaka pengetahuan (Intellectual crisis), Penjajahan akal (Occupation of Muslim mind), dan Perbudakan pemikiran (Intellectual slavery). Ketiganya adalah masalah non-fisik/ akal karena penjajahan fisik selalu diawali dari penjajahan akal. Maka untuk membereskan penjajahan fisik haruslah dimulai dari membereskan masalah non-fisik.

 

Liberation of Mind before Liberation of Land.

 

Lalu seperti apa liberation of mind itu? Seperti apa pemahaman yang benar itu? (bersambung di ep 02). 

Comments

Popular Posts